PercakapanSehari-Hari Bertanya Tentang Hari Dalam Bahasa Jepang. Nakama pongo mungkin sebelumnya sudah mempelajari terkait nama hari dalam bahasa Jepang, namun percakapan yang terdapat di materi itu merupakan bertanya hari secara formal sedangkan kali ini akan di jelaskan kaiwa/ percakapan sehari-hari bertanya tentang hari. sekedartugas kami jagan lihat dari bahasa kami melainkan dari usaha yang kami buat cash. Yuk Belajar Percakapan Bahasa Jepang Sehari-hari! October 5, 2020 in Bahasa Asia Yuk Belajar Percakapan Bahasa Jepang Sehari-hari! 1000 570 Luminous Learning Centre Luminous Learning Centre October 5, 2020 March 9, 2021 Apakah Anda memiliki rencana berlibur ke Jepang? Sebelum berangkat, tidak ada salahnya untuk mempelajari terlebih dahulu beberapa kosakata yang umum digunakan dalam percakapan bahasa Jepang. Memahami setiap percakapan dasar dalam bahasa Jepang sangat penting ketika Anda ingin interaksi dengan orang jauh berbeda seperti saat Anda mempelajari bahasa lainnya, belajar bahasa Jepang bisa dengan mendengarkan lagu, menonton film, atau mungkin mendengarkan podcast. Namun, jika Anda hanya menonton atau mendengarkan tanpa mempraktekannya, Anda akan kesulitan untuk baiknya Anda mulai mencontoh percakapan atau kata-kata yang ada dalam tayangan atau lagu karena salah satu metode belajar paling efisien adalah mencontoh. Dengan mencontoh dan mempraktekkannya secara langsung, Anda akan terbiasa melafalkan bahasa dari itu, Luminous dalam artikel ini menyediakan beberapa contoh percakapan sehari-hari dalam bahasa Jepang untuk membantu proses belajar bahasa Jepang Anda menjadi lebih Perkenalan Diri dalam Bahasa JepangPertama, perkenalan merupakan hal yang sangat penting untuk memulai percakapan, terutama saat Anda bertemu dengan orang baru. Anda perlu memberi tahu orang lain siapa Anda dan tentang diri Anda agar semakin akrab. Berikut beberapa percakapan bahasa Jepang untuk memulai Hai! Senang bertemu denganmu, saya Aki! Saya berusia 36 tahun, dan saya telah tinggal di Jepang selama 6 Hajimemashite Aki desu. Watashi wa san juu roku sai de nihon ni wa roku nen Hai Aki, senang bertemu denganmu, saya Tomo. Saya telah tinggal di Jepang selama setahun, dan 5 tahun di Aki. Watashi wa Tomo desu. Nihon ni wa ichinenkan sumi itariya ni wa go nenkan sundeimashitaAki Italia, kedengarannya menarik!イタリアは、楽しそうですね!Itariya wa tanoshisou desuneBerikut adalah beberapa kata dan frasa penting dari percakapan sederhana bahasa Jepang ini. Anda akan membutuhkan ini untuk memperkenalkan diri dalam bahasa – HaloHajimemashite – Senang bertemu dengan AndaWatashi wa namadesu – Saya nama.Watashi wa sai desu. Saya Seseorang JalanSetelah berkenalan, Anda mungkin ingin mengajak orang tersebut berbincang-bincang lagi di lain waktu. Contoh percakapan ini berguna untuk mempelajari cara bertanya kepada seseorang kapan Anda bisa bertemu lagi. Mari kita lihat percakapan bahasa Jepang yang sederhana Saya ingin bertemu denganmu lagi, kapan kamu ada waktu luang?また、会いたいです。いつ空いてますかMata aitai desu. Itsu aitemasukaTomo Saya cukup sibuk minggu ini. Bagaimana kalau senin depan?今週は、結構忙しいです。来週の月曜日は、どうですか。Konshuu wa kekkou isogashii desu. Raishuu no getsuyoubi wa doudesukaAki Minggu depan saya tidak ada waktu luang. Beri tahu saya jika Anda ada waktu luang bulan wa aitemasen. Raigetsu ni aitara oshiete kudasaiTomo Tentu, saya akan mengirimi kamu email. Sampai jumpa Meeru wo okurimasu. Dewa mata aimashouMari kita lihat beberapa kosakata lain dari percakapan sederhana bahasa Jepang iniMata – lagiAitai – ingin bertemu saat Anda menambahkan kata kerja dengan “tai” menjadi “ingin…”Itsu – kapan?Konshuu – minggu iniIsogashii – sibukGetsuyoubi – SeninRaishuu – minggu depanRaigetsu – bulan depanMochiron – Tentu/tentu saja3. Menanyakan Umur dalam Bahasa JepangIni mungkin topik yang sensitif bagi sebagian orang, namun terkadang Anda perlu menanyakan usia seseorang. Anda dapat mempelajari cara menanyakannya dengan cara yang paling sopan, seperti contoh percakapan di bawah Tomo, sepertinya hobi kita sama, kalau tidak keberatan saya tanya, berapa umurmu?トモさん、私たちの趣味がとても似ているようですね。もし、差し支えなければ、いくつですか。Tomo san watashitachi no shumi ga totemo niteiruyoudesune. Moshi sashisasae nakereba ikutsu desuka?Tomo Saya 35 tahun. Bagaimana denganmu?私は、35歳です。アキさんは、いくつですか。Watashi wa san juu go sai desu. Aki san wa ikutsu desuka?Aki Umurku 35 tahun juga! Wow! Jadi kita dari generasi yang sama!私も35歳です。すごい!一緒の世代なんですね!Watashi mo san juu go sai desu. Sugoi! Issho no sedai nandesune!Perlu Anda ingat, menanyakan “ikutsu desu ka?” adalah cara yang paling sopan untuk menanyakan usia. Anda akan sering mendengarnya. Namun, Anda juga akan mendengar “nansari desu ka” yang lebih santai dan secara harfiah berarti “usia berapa?”4. Menanyakan Arah Jalan dalam Bahasa JepangIni adalah salah satu frasa yang paling berguna kemanapun Anda pergi. Apalagi jika Anda sedang mengunjungi tempat yang masih asing. Jadi, jangan sampai lupa dengan contoh percakapan seperti Permisi, bisakah saya meminta waktu Anda sebentar?すいません。ちょっと時間ありますか。 Chotto jikan arimasuka?Tomo Ya, tentu, ada apa? Apakah Anda tersesat?はい、いいですよ。迷っているのですか。Hai, iidesuyo. Mayotteiruno desuka?Aki Ya, saya tersesat. Bisakah Anda memberitahu dimana Takashimaya?はい、ちょっと迷っています。タカシマヤがどこにあるか、教えてもらえますか。Hai, chotto mayotteimasu. Takashimaya ga doko ni aruka oshiete moraemasuka?Tomo Jika Anda jalan lurus dari sini, Anda bisa belok kanan di lampu lalu lintas pertama, lalu Anda akan melihatnya di sebelah wo massugu iku to saisho no shingou de migi ni magattekudasai. Hidari gawa ni arimasuBeberapa kosakata untuk menanyakan arah dalam bahasa JepangSuimasen – cara santai untuk mengatakan “permisi” cara dan ejaan yang tepat adalah sumimasenChotto – sedikitJikan – waktuii – baikDoko – dimanaMassugu – lurusSaisho – pertamaShingou – lampu lalu lintas/lampu berhentiMigi – kananHidari – kiri5. Percakapan Mengenai RutinitasSalah satu cara untuk mempererat hubungan baik itu dengan teman, tetangga, atau saudara adalah dengan bercakap-cakap. Anda bisa melakukan percakapan untuk sekedar bertanya tentang kegiatan percakapan bahasa Jepang ini tentang Jon yang pergi ke gym dan rekan kerjanya, Tanaka. Pada dasarnya, mereka hanya membicarakan tentang rutinitas Jon, makan kamu selalu banyak, itsumo ippai Saya lapar setiap hari di pagi gozenchuu, onaka ga Apakah Anda sarapan setiap hari?Asagohan wa, mainichi tabemasu ka?朝ごはんは、毎日食べますか?Jon Ya, saya sarapan. Saya juga pergi ke gym. Setelah itu saya berangkat tabemasu. Soshite, jimu ni ikimasu. Sorekara, kaisha ni Waw, setiap hari? Itu luar mainichi desu ka? Sugoi desu すごいですね。Jon Bagaimana denganmu, Tanaka? Apakah kamu berolahraga?Tanakasan wa, undou shimasuka?たなかさんは、うんどうしますか?Tanaka Saya kadang-kadang pergi wa tokidoki puur ni Bertanya tentang Sesuatu dalam Bahasa JepangJika Anda sedang berlibur ke Jepang mungkin Anda menemukan hal-hal baru yang belum pernah lihat sebelumnya. Jadi, Anda bertanya pada seseorang tentang hal itu. Namun, salah satu kendalanya yaitu Anda bingung bagaimana cara bisa mencontoh percakapan bahasa Jepang ini untuk membantu Anda bagaimana caranya untuk bertanya tentang Apa itu?Kore wa nan desu ka?これはなんですか?Bob Itu daging wa meetoroofu Menanyakan Asal Daerah dalam Bahasa JepangSebelum berlibur di Jepang, Anda juga harus mencontoh percakapan ini karena Anda pasti akan bertemu dengan orang baru, khususnya yang mungkin berasal dari luar Jepang. Tidak ada salahnya untuk saling menanyakan dari mana asal mereka. Contoh percakapan di bawah ini akan membantu Anda menanyakan asal daerah dalam Bahasa Dari mana asalmu?Shusshin wa doko desu ka?出身はどこですか?Bob Saya berasal dari dia beberapa contoh percakapan bahasa Jepang yang bisa Anda pelajari. Sekarang, Anda sudah mengetahui beberapa percakapan bahasa Jepang, mulai dari yang paling awal yaitu perkenalan sampai berbincang mengenai asal daerah. Jadi, kapan Anda mulai berlatih dan mempraktekkan percakapan diatas?Jika Anda berniat untuk mempelajari lebih lanjut tentang bahasa Jepang, yuk Anda bisa langsung ambil kelas bahasa Jepang dengan harga terjangkau di Luminous Learning Lebih Lancar Bahasa Jepang?Belajar di Luminous Learning Centre Aja!Related ArticlesAyo, Belajar Huruf Hiragana, Katakana, dan Romaji dalam Bahasa JepangYuk, Belajar Angka dalam Bahasa Jepang!Memahami Partikel Bahasa Jepang DasarKumpulan Kata Sifat dalam Bahasa Jepang Beserta ArtinyaTips dan Contoh Perkenalan Diri dalam Bahasa JepangBack to Blog Lebih Praktis Bila Bisa Bahasa Jepang Saat Menginap di Hotel di Jepang! Apa Anda merasa bingung atau khawatir saat akan menginap di hotel atau penginapan di Jepang karena tidak bisa bahasa Jepang? Kalau iya, silakan simak rangkuman 10 ungkapan yang akan berguna ini! ※Mengenai pelafalan kata atau suku kata di dalam tanda [ ], silakan lihat artikel "Rangkuman Singkat Kunci Untuk Belajar Bahasa Jepang" Di Meja Resepsionis 1. Chekku in, onegaishimasu Dilafalkan [cekku in onegai shimas]. Artinya 'saya ingin check in'. Saat Anda ingin minta tolong atau meminta sesuatu pada staf di meja resepsionis, gunakan pola berikut ini. ○○, onegaishimasu Dilafalkan [◯◯onegai shimas]. Artinya 'tolong ◯◯' Contoh ・ Chekku auto, onegaishimasu Dilafalkan [cekku auto onegai shimasu]. Artinya 'saya ingin check out'. [auto] tidak dilafalkan seperti 'auto' dalam kata 'automatic', tapi [a][u][to]. ・Kagi, onegaishimasu Dilafalkan [kagi onegaishimas]. Artinya 'tolong kuncinya'. Anda bisa menggunakan ini saat Anda ingin menitipkan atau meminta kunci yang Anda titipkan ke resepsionis. ・ Takushii, onegaishimasu Dilafalkan [takshi onegaishimas]. Artinya 'tolong panggilkan taksi'. ・ Ruumu saabisu, onegaishimasu Dilafalkan [rumu sabis onegaishimas]. Artinya 'tolong layanan kamar tamunya'. Bertanya kepada Staf di Meja Resepsionis 2. Wi-Fi wa, arimasuka? Dilafalkan [waifaiwa arimaska]. Artinya 'apa ada Wi-Fi?' Saat Anda menginginkan sesuatu yang masih termasuk layanan hotel, tanyakan dengan pola '○○wa, arimasuka?' . Lafalkan dengan [○○wa arimaska], naikkan nada di suku kata terakhir . Contoh ・Pasuwaado wa, arimasuka? Dilafalkan [pasuwado wa arimaska]. Artinya 'apa ada password-nya?' ・ATM wa arimasuka? Dilafalkan [etiemu wa arimaska]. Artinya 'apa ada ATM?' ・Chizu wa arimasuka? Dilafalkan [chizu wa arimaska]. Artinya 'apa ada peta?'. ・Kinko wa arimasuka? Dilafalkan [kinko wa arimaska]. Artinya 'apa ada brangkas?'. ・Airon wa arimasuka? Dilafalkan [airon wa arimaska]. Artinya 'apa ada setrikka?'. 3. Daiyokujo wa, doko desuka? Dilafalkan [daiyokujowa doko deska]. Artinya 'di mana tempat pemandiannya?' Gunakanlah ungkapan ini untuk menanyakan letak tempat. ○○wa doko desuka? Dilafalkan [○○wa doko deska]. Artinya 'di mana ○○?'. Daiyokujo adalah tempat pemandian yang digunakan ramai-ramai bersama dengan tamu-tamu lainnya. Walaupun mungkin Anda merasa malu karena harus telanjang di depan orang lain, mumpung di Jepang tidak ada salahnya dicoba. Contoh ・Esute wa dokodesuka? Dilafalkan [este wa doko deska]. Artinya 'di mana salon kecantikannya'. ・Jimu wa doko desuka? Dilafalkan [jimu wa doko deska]. Artinya 'di mana gym-nya?'. 4. Ichiban chikai eki wa doko desuka? Dilafalkan [ichiban chkai ekiwa doko deska]. Artinya 'di mana stasiun terdekat?' ・[ch] dilafalkan seperti ' chee ' pada kata chee se dalam bahasa Inggris, namun tanpa membulatkan bibir. Untuk menanyakan mengenai fasilitas di sekitar hotel, gunakanlah ungkapan ini. Ichiban chikai ○○ wa doko desuka? Dilafalkan [ichiban chkai ○○ wa doko deska]. Artinya 'di mana ○○ terdekat?' Contoh ・ Ichiban chikai sushiya wa doko desuka? Dilafalkan [ichiban chikai sushiya wa doko deska]. Artinya 'di mana restoran sushi terdekat?'. ・Ichiban chikai suupaa wa doko desuka? Dilafalkan [ichiban chikai supa wa doko deska]. Artinya 'di mana supermarket terdekat?'. 5. Chooshoku wa nanji desuka? Dilafalkan [choshokuwa nanji deska]. Artinya 'Sarapannya jam berapa?' Saat menanyakan waktu, gunakanlah ungkapan ini. ○○wa nanjidesuka? Dilafalkan [○○wa nanji deska?]. Artinya '○○ jam berapa?' Hotel atau penginapan-penginapan di Jepang kebanyakan memiliki waktu check out yang cepat, jadi sebaiknya pastikanlah dulu. Saat menanyakan waktu check out, gunakanlah ungkapan ini. Chekku auto wa nanji desuka? Dilafalkan [checku auto wa nanji deska]. 6. Ryoogae wa, dekimasuka? Dilafalkan [ryogaewa dekimaska]. Artinya 'apa bisa tukar uang?' Saat menanyakan ada atau tidaknya pelayanan yang Anda maksud di hotel, gunakan ungkapan ini. ○○wa, dekimasuka? Dilafalkan [○○wa dekimaska]. Artinya 'apa bisa ○○?' Contoh ・Ruumu saabisu wa dekimasuka? Dilafalkan [rumu sabis wa dekimaska]. Artinya 'apa ada layanan kamar?' ・Massaaji wa dekimasuka? Dilafalkan [massaji wa dekimaska]. Artinya 'apa ada layanan pijat?' Saat Menemukan Kesulitan di Dalam Kamar 7. Heya ni kite kudasai Dilafalkan [heyani kite kudasai]. Artinya 'tolong datang ke kamar saya'. Gunakan ungkapan ini saat Anda menelepon staf hotel melalui sambungan telepon internal dari kamar Anda. 8. Shawaa ga tsukaemasen Dilafalkan [shawaga tskaemasen]. Artinya 'shower-nya tidak bisa digunakan.' ・[tsu] dilafalkan seperti bunyi akhir pada kata 'cats' dan 'boots' dalam bahasa Inggris. Jangan pisahkan bunyi 't' dan 'su'. Bila Anda menemukan kesulitan atau kerusakan saat menggunakan alat atau fasilitas di dalam kamar hotel, gunakanlah ungkapan ini. ○○ga tsukaemasen Dilafalkan [○○ga tskaemasen]. Contoh ・ Kinko ga tsukaemasen Dilafalkan [kinko ga tskaemasen]. Artinya 'brangkas tidak bisa digunakan'. ・ Eakon ga tsukaemasen Dilafalkan [eakon ga tskaemasen]. Artinya 'AC tidak bisa digunakan'. ・ Wi-Fi ga tsukaemasen Dilafalkan [Wi-Fi ga tskaemasen]. Artinya 'Wi-Fi tidak bisa digunakan'. Untuk ungkapan-ungkapan saat berada dalam kesulitasn, silakan lihat artikel belum dicantumkan Saat Hendak Check Out 9. Nimotsu wa azukeraremasuka? Dilafalkan [nimotsuwa azuke raremaska]. Artinya 'bisa titip barang-barang saya di sini?' Kebanyakan hotel di Jepang memasang jam check out awal yaitu sekitar pukul siang. Bila Anda harus check out namun masih ingin jalan-jalan atau berwisata mungkin Anda masih bisa menitipkan barang-barang Anda di hotel. Tanyakanlah kepada staf di meja resepsionis, "Nimotsu wa azukeraremasuka?" . Saat check out, jangan lupa ucapkan terima kasih dalam bahasa Jepang. Arigatoo gozaimashita Dilafalkan [arigato gozai mashta] [arigato gozai mashta] Saat Ketinggalan Barang di Hotel 10. Kamera wo wasuremashita Dilafalkan [kamerao wasure mashta]. Artinya 'kamera saya ketinggalan.' ◯◯wo wasuremashita Dilafalkan [◯◯o wasure mashta]. Ungkapan ini digunakan saat barang Anda ketinggalan. Ada juga hotel yang bersedia mengirimkan barang ketinggalan sampai ke alamat Anda. Contoh ・Keetai wo wasuremashita. Dilafalkan [ketai o wasure mashta]. Artinya 'ponsel saya ketinggalan'. ・Higesori wo wasuremashita. Dilafalkan [higesori o wasure mashta]. Artinya 'alat cukur saya ketinggalan'. [hi] dilafalkan dengan menyempitkan rongga mulut, lidah menyentuh rongga atas, dan udara keluar dari rongga mulut. Seperti pengucapan 'ich' atau 'ch' dalam bahasa Jerman. Bedanya, [hi] ditambahi vokal [i] saat dilafalkan. Latihan 1. chekku in, onegaishimasu [checku in onegai shimas] 2. wi-fi wa, arimasuka? [waifaiwa arimaska] 3. daiyokujou wa, doko desuka? [daiyokujowa doko deska] 4. ichiban chikai eki wa doko desuka? [ichiban chkai ekiwa doko deska] 5. choushoku wa nanji desuka? [choshokuwa nanji deska] 6. ruumu saabisu wa, dekimasuka? [rumu sabiswa dekimaska] 7. heya ni kite kudasai [heyani kite kudasai] 8. shawaa ga tsukaemasen [shawaga tskaemasen] 9. nimotsu wa azukeraremasuka? [nimotsuwa azuke raremaska] 10. kamera wo wasuremashita [kamerao wasure mashta] Nah, bagaimana? Setelah menguasai ungkapan-ungkapan tersebut, berwisata ke Jepang pun jadi lebih menyenangkan bukan? Bahasa Jepang termasuk bahasa yang paling banyak dipelajari sebab negara ini memiliki pengaruh cukup kuat, khususnya di Asia. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat, seperi info beasiswa, lowongan pekerjaan, dan sebagainya. Bagi pemula, bisa mengawalinya dengan memahami percakapan bahasa Jepang yang sederhana dan dipakai sehari-hari. Selain percakapan bahasa Jepang, jangan melupakan kompetensi lain yang harus dikuasai juga, yaitu menulis, membaca, dan menyimak. Namun dalam artikel ini yang akan dibahas adalah tentang percakapan. Mulai dari hal-hal yang harus diperhatikan, pemilihan bahasa formal dan non-formal, hingga aplikasi yang bisa membantu dalam proses pembelajaran. Jalani semuanya dengan santai dan hati senang supaya tidak putus asa saat ada kesulitan nanti. Daftar Isi Pentingnya Pelafalan yang Benar Mengenal Bahasa Formal dan Non-Formal Jenis Percakapan Dasar Bahasa Jepang Aplikasi untuk Mengasah Kemampuan Percakapan Bahasa Jepang Pentingnya Pelafalan yang Benar Tak mudah untuk melafalkan aksara dan kata-kata dalam bahasa Jepang yang benar. Inilah yang membuat bahasa Jepang unik sekaligus cukup sulit untuk dipelajari. Walaupun begitu, jika memperhatikan beberapa hal di bawah ini, maka seseorang dapat berbicara dalam bahasa Jepang layaknya orang Jepang sungguhan. 1. Bunyi Panjang dan Pendek Membaca satu kata dalam bahasa Jepang tidak seperti bahasa pada umumnya. Ada panjang dan pendek yang harus diperhatikan sebab kalau salah melafalkannya bisa memberikan makna yang berbeda. Bunyi panjang – pendek dalam bahasa Jepang ini disebut Choo on. Salah satu kata yang bisa memiliki arti berbeda dari panjang – pendeknya adalah “ojisan” dan “ojiisan”. Kalau tidak dibaca panjang, artinya adalah paman. Sedangkan, jika dilafalkan agak panjang maka memiliki makna kakek. 2. Bunyi Huruf Konsonan Seseorang yang mempelajari percakapan bahasa Jepang harus memperhatikan huruf konsonan. Dalam hal ini, ada dua jenis konsonan yang dimaksud, yaitu konsonan rangkap dan konsonan N. Konsonan rangkap dilambangkan dengan “tsu” kecil, artinya huruf konsonan tersebut ada dua dan diucapkan agak menekan. Contohnya, “kitte” artinya perangko, sedangkan “kite” artinya datanglah. Huruf N yang berhadapan dengan huruf K dan G maka dibaca “ng”. Contohnya “ringo”, maka harus dibaca “ring-go”. Meskipun cara membaca keduanya tidak memberikan makna berbeda, namun “ringgo” adalah pelafalan yang benar. Sama halnya ketika huruf N bertemu dengan huruf B, M, N, dan P, maka huruf N tersebut bunyinya menjadi M. 3. Huruf Vokal yang Tidak Dibunyikan Ternyata huruf vokal pun harus diperhatikan dalam percakapan bahasa Jepang. Dua huruf yang tidak disuarakan adalah huruf I dan U. Aturan ini berlaku apabila kedua huruf tersebut berada di antara dua konsonan, seperti pada kata “suki” maka dilafalkan “s-ki” atau “kikimasu” dilafalkan menjadi “ki-ki-mas”. 4. Intonasi Intonasi menjadi suatu hal yang harus dilatih dalam percakapan karena menunjukkan ekspresi tertentu. Apabila seseorang berbicara dengan nada datar, maka kondisinya sedang menyampaikan suatu informasi atau berita. Intonasi yang menurun digunakan untuk memastikan sesuatu atau bertanya, bisa juga mengungkapkan keheranan. Sedangkan intonasi yang meninggi sering digunakan saat sedang bertanya atau menegaskan sesuatu kepada lawan bicara. Baca juga >> Ingin Lancar Berbahasa Jepang? Ayo Belajar Bahasa Jepang dengan Mudah Artikel Pilihan Mengenal Bahasa Formal dan Non-Formal Menjadi seseorang yang fasih berbahasa Jepang tidak harus menguasai bahasa formal saja. Sebaliknya, seseorang dengan kemampuan bahasa baik dan benar adalah mereka yang mampu menggunakan bahasa formal dan non-formal sesuai situasi dan kondisi. Mereka bisa memilih kata-kata yang dipakai untuk percakapan secara tepat. Teinee-tai adalah kalimat bentuk halus yang digunakan untuk menyatakan rasa hormat. Biasanya dipakai apabila lawan bicara adalah orang tua, atasan, senior, atau pembeli. Sedangkan, bentuk futsuu-tai kebalikannya, yaitu bentuk biasa yang ditemui saat seseorang menyampaikan hal atau informasi umum secara langsung. Dalam percakapan bahasa Jepang, bentuk halus sering ditemui dalam acara rapat, komunikasi guru dengan murid, pembacaan berita di TV atau radio, serta di tempat-tempat umum antara orang-orang yang baru kenal. Apabila orang-orang Jepang sudah berada di lingkungan keluarga, teman sepermainan, dan rekan-rekan kerja yang sudah dekat, mereka akan mengobrol menggunakan bentuk futsuu-tai. Jika kalian penasaran dengan bahasa Formal Jepang, coba kalian baca juga Keigo, Tata Bahasa Hormat dan Kesopanan di Jepang. Jenis Percakapan Dasar Bahasa Jepang Sebagai referensi latihan, para pemula bisa menggunakan konteks situasi sehari-hari, misalnya saat di sekolah, mengobrol dengan rekan kerja, tawar menawar di pasar, dan sebagainya. Biasanya pada situasi tersebut tidak menggunakan kata-kata dan istilah-istilah yang rumit. Perhatikan beberapa contoh di bawah ini 1. Perkenalan Diri A Hajimemashite, watashi wa Niki desu. Douzo yoroshiku. A Halo, nama saya Niki. Senang berkenalan dengan Anda. B Hajimemashite, watashi wa Yurika desu. Douzo yoroshiku. B Halo, nama saya Yurika. Senang juga berkenalan dengan Anda. A Shitsurei desuga, o kuni wa dokodesu ka. A Maaf, kalau boleh tahu, Anda berasal dari negara mana? B Indonesia desu. B Saya dari Indonesia. A Oshigoto wa nan desuka. A Apa pekerjaan Anda. B Watashi wa kangoushi desu. A Saya seorang perawat. A So desuka? Sugoi ne. A Benarkah? Wah bagus sekali. Atau bisa juga memperkenalkan diri sendiri seperti ini Hajimemashite. Watashi wa Mikhail desu. Watashi wa ni-juu go sai desu. Indoneshia shusshin desu. Gakusei desu. Douzo yoroshiku onegaishimasu. Halo, nama saya Mikhail. Saya berusia 25 tahun. Indonesia adalah negara asal saya. Saya seorang pelajar. Senang bertemu dengan Anda. 2. Percakapan di Kelas Contoh percakapan di bawah ini adalah antara dua orang murid yang sedang membicarakan tentang jadwal ujian A Tesuto wa itsu desuka. A Kapan ujian sekolah? B Ichi-gatsu muika kara Juukyuu-nichi made desu yo. B Dari tanggal 6 sampai 19 Januari. A Soudesuka. Arigatou gozaimasu. A Oh, benarkah? Terima kasih B Ee. B Ya. A Ganbarimasho. A Kalau begitu, kita harus semangat. 3. Percakapan Saat Berbelanja Percakapan berikut biasanya dilakukan antara penjual dan pembeli A Irasshaimase A Selamat datang B Sumimasen, tii-shatsu o sagashite imasu. B Maaf, saya sedang mencari kaos. A Hai, kochira de gozaimasu. A Baik, sebelah sini. B Kono tii-shatsu wa ikura desu ka. B Berapa harga kaos ini? A Ee, nisen gohyaku en desu. A Harganya 2500 yen. 4. Percakapan Seputar Wisata A Kyoto e itta koto ga arimasu ka. A Kamu pernah pergi ke Kyoto? B Hai. Mou san-kai ikimashita. B Ya, sudah 3 kali ke sana. A Sou desu ka. Kyoto wa dou deshita ka. A Oh begitu. Bagaimana di Kyoto? B Kyoto yokatta ga, atsukatta desu. B Kyoto menyenangkan tapi waktu itu panas. 5. Percakapan di Restoran A Irasshaimase. Nanmei sama deshouka. A Selamat datang. Mau pesan untuk berapa orang? B Sannin desu. B Tiga orang. A Otabako osui ni narimasu deshouka. A Apakah Anda merokok? B Iie, suimasen. B Tidak. A Dewa, kochira e douzo. Kochira de yoroshii deshouka. A Baik, mari ke sebelah sini. Apakah di sini oke? B Hai. B Ya. A Menyuu de gozaimasu. A Ini silahkan menunya. Baca juga >> Cara Mudah Belajar Bahasa Jepang Sehari-hari Aplikasi untuk Mengasah Kemampuan Percakapan Bahasa Jepang Saat ini ada banyak aplikasi yang dikembangkan untuk belajar bahasa, termasuk bahasa Jepang. Aplikasi ini sangat canggih karena bukan hanya berfungsi sebagai kamus, tetapi juga bisa belajar percakapan bahkan ada yang versi online sehingga terhubung langsung dengan orang Jepang. Di bawah ini adalah beberapa aplikasi yang bisa dimanfaatkan 1. Hello Talk Aplikasi ini bisa membuat seseorang mahir berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Penggunanya bisa mengobrol langsung dengan orang Jepang asli tanpa harus membuang waktu dan uang banyak. Cukup unduh aplikasinya di Play Store bisa langsung dapat teman baru. Keuntungan lainnya, orang-orang yang terhubung bisa saling mengajarkan bahasa asing satu sama lain. 2. Lext Talk Ini adalah aplikasi yang gratis, jadi tak ada alasan untuk tidak berlatih bahasa Jepang. Para penggunanya bisa berinteraksi dengan pengguna lain dari seluruh penjuru dunia. Sebelum memilih teman, seseorang harus mengisi bahasa aslinya native, lalu memilih bahasa yang akan dipelajari. Fitur yang menarik dari Lext Talk adalah fitur peta. Dengan fitur ini seseorang bisa memilih teman yang akan diajak mengobrol berasal dari mana. 3. Doongle Mirip seperti Lext Talk, namun pengguna Doongle bisa lebih merasakan bermedia sosial di sini. Kalau aplikasi Lext Talk memiliki fitur peta sehingga seseorang dapat memilih teman dengan bebas, Doongle melengkapinya dengan fitur bertukar foto dan pesan suara. Selain itu, profil pun bisa diperbarui secara berkala sehingga pengguna bisa menemukan partner yang tepat sesuai yang diinginkan. 4. Tandem Dengan menggunakan aplikasi Tandem, seseorang tidak hanya mempelajari bahasa baru, tetapi juga bisa sharing bahasa-bahasa lain yang dikuasainya. Tandem menyediakan berbagai macam fitur, seperti bertukar foto, video, dan audio, serta chat. Selain itu, Tandem mendukung lebih dari 150 bahasa. Jadi kalau ingin belajar bahasa Jepang sekaligus bahasa lainnya, maka Tandem adalah aplikasi yang tepat. 5. Mondly Aplikasi ini cocok bagi yang mau belajar bahasa Jepang secara mandiri dan sistematis. Di dalamnya terdapat pelajaran harian dan kata-kata penting yang harus diketahui. Ditambah dengan adanya fitur speech recognition untuk mengecek apakah pelafalan bahasa Jepang sudah benar atau belum. Mempelajari percakapan bahasa Jepang memang harus tekun dan sabar. Tak hanya menghafalkan kosa kata, tetapi juga memahami konteks percakapannya. Orang Jepang sangat berhati-hati dalam memilih kata yang akan diucapkan kepada lawan bicaranya. Walaupun begitu, hal-hal tersebut bisa diperbaiki jika seseorang sering berlatih berkomunikasi dalam bahasa Jepang. Baca juga Belajar Mengenai Kata Sifat dalam Bahasa Jepang

percakapan check out bahasa jepang